Sejujurnya, setiap orang akan lahir dan tumbuh dengan ambisi dan cita
tak ada yang salah akan itu, tak ada pula yang bisa mengingkarinya
setiap orang akan mempunyai harapan untuk mendapatkan tempat yang lebih
ini nyata, ini adanya, saya pun mengakuinya
sayangnya, dunia ini sempit
sesempit ketika nanti kita akan dipertemukan lagi ketika sudah di alam sana
ruang yang ada terbatas, entah oleh dimensi ruang, waktu atau rasa bahkan
banyak yang bilang, kontribusi tak kenal tempat, tapi apa iya?
haruskah kita bilang iya ketika hati berkata tidak
tapi semua orang harus percaya, katanya amanah tak salah pilih pundak
dimana pun kita nanti, bukan setinggi tingginya tempat itu yang menentukan kontribusi kita
tapi seberapa besar kemauan kita untuk terus bergerak
untuk kalian, yang berdiri untuk menggapai cita
bergerak atau tergantikan
Senin, 27 Januari 2014
Jumat, 17 Januari 2014
Jumat, 10 Januari 2014
Rabu, 08 Januari 2014
ibarat rasa sayang, ketika sudah didekatnya tak ingin lepas rasanya
tapi ketika memang saatnya lepas, ku akan pergi, tanpa ada yang meminta
ku akan lepas dari itu semua, dan ku akan mulai menjejaki tempat yang baru
entah senyaman tempat yang lama atau tidak, tapi ku yakin akan mulai terbiasa
hidup ini bukan tentang memiliki dan dimiliki,
ketika ku merasa memiliki, itu hanya semu
ketika ku merasa dimiliki, itu hanya sendu
dan ku rasa, hanya semu dan sendu yang termiliki
terkadang berfikir sempit itu perlu,
dan terkadang mungkin mencoba untuk tak peduli itu benar,.
Sedang ingin memakai tanda seru!
tapi ketika memang saatnya lepas, ku akan pergi, tanpa ada yang meminta
ku akan lepas dari itu semua, dan ku akan mulai menjejaki tempat yang baru
entah senyaman tempat yang lama atau tidak, tapi ku yakin akan mulai terbiasa
hidup ini bukan tentang memiliki dan dimiliki,
ketika ku merasa memiliki, itu hanya semu
ketika ku merasa dimiliki, itu hanya sendu
dan ku rasa, hanya semu dan sendu yang termiliki
terkadang berfikir sempit itu perlu,
dan terkadang mungkin mencoba untuk tak peduli itu benar,.
Sedang ingin memakai tanda seru!
Tujuh hal yang pernah saya baca dalam sebuah buku, saat masih di sekolah menengah, jam kosong, belum punya teman karena masih awal di kelas 10, untungnya kelas saya dekat dengan perpustakaan,.
1. Kesalahan berhenti disini. Saya bertanggung jawab atas masa lalu dan masa depanku. (Harry Truman)
2. Saya akan mencari kebijaksanaan. Saya akan menjadi pelayan bagi orang lain. (Raja Solomon)
3. Saya orang yang bertindak. Saya mengendalikan masa kini. Saya memilih sekarang. (Kol. Lawrence Chamberlain)
4. Saya memiliki ketetapan hati. Nasib saya terjamin. (Christoper Columbus)
5. Hari ini saya akan memilih untuk bahagia. Saya adalah pemilik semangat bersyukur. (Anne Frank)
6. Saya akan menyambut hari ini dengan semangat memaafkan. Saya akan memaafkan diriku sendiri. (Abraham Lincoln)
7. Saya akan berjuang tanpa kecuali. Saya adalah orang yang memiliki keyakinan yang hebat. (Gabriel)
1. Kesalahan berhenti disini. Saya bertanggung jawab atas masa lalu dan masa depanku. (Harry Truman)
2. Saya akan mencari kebijaksanaan. Saya akan menjadi pelayan bagi orang lain. (Raja Solomon)
3. Saya orang yang bertindak. Saya mengendalikan masa kini. Saya memilih sekarang. (Kol. Lawrence Chamberlain)
4. Saya memiliki ketetapan hati. Nasib saya terjamin. (Christoper Columbus)
5. Hari ini saya akan memilih untuk bahagia. Saya adalah pemilik semangat bersyukur. (Anne Frank)
6. Saya akan menyambut hari ini dengan semangat memaafkan. Saya akan memaafkan diriku sendiri. (Abraham Lincoln)
7. Saya akan berjuang tanpa kecuali. Saya adalah orang yang memiliki keyakinan yang hebat. (Gabriel)
Kutukan-kah?
ini mungkin kutukan yang akan selalu muncul dalam hidup seorang aktivis mahasiswa:
kekuasaan yang otoriter, kekerasan, cinta, cita-cita, kemiskinan, kesepian, moralitas,
ditunggangi-menunggangi, dicuri atau dijual ide dan gerakannya, ataupun ditinggalkan zaman
kekuasaan yang otoriter, kekerasan, cinta, cita-cita, kemiskinan, kesepian, moralitas,
ditunggangi-menunggangi, dicuri atau dijual ide dan gerakannya, ataupun ditinggalkan zaman
Langganan:
Komentar (Atom)

